KLIK dan Langsung DAPAT Uang Kerekening / Pulsa ANDA

Pendidikan

persamaan garis singgung

Abstrak Tesis dan Disertasi

| |

[ ABSTRAK THESIS DAN DISERTASI ] [ HOME ]

ABSTRAK DISERTASI TAHUN 2004

________________________________________
Bansu Irianto Ansari
(Pendidikan Matematika)

MENUMBUHKEMBANGKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KOMUNIKASI MATEMATIK SISWA SMU MELALUI STRATEGI TTW
Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menelaah efektivitas strategi Think-Talk-Write (TTW) dalam upaya menumbuhkembangkan kemampuan pemahaman dan komunikasi matematik pada siswa SMU. Studi ini bersifat eksperimen dengan post test only control group design. Subyek sampel terdiri dari 323 siswa yang berasal dari tiga SMUN dengan peringkat sekolah berbeda. Perlakuan terhadap kelompok eksperimen, berupa pembelajaran matematika dengan strategi TTW dalam kelompok kecil/grup (eksperimen-1) dan secara klasikal (eksperimen-2). Sebagai pembanding adalah kelompok kontrol, belajar dengan pembelajaran seperti biasa (konvensional). Selain itu, studi ini juga dilengkapi dengan variabel pengetahuan awal siswa.
Untuk mengetahui efektivitas pembelajaran, kemampuan pemahaman, dan komunikasi matematik, serta intensitas keaktifan siswa dalam pembelajaran, kepada mereka diberikan tiga jenis instrumen, yaitu tes Pemahaman Matematik (PM), tes Komunikasi Matematik (KM) dan kuesioner Indeks Kemampuan TTW (IKTTW). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam setiap tahap penilaian, pembelajaran dengan strategi TTW dalam kelompok kecil memiliki kecenderungan perkembangan kemampuan yang semakin meningkat dari pembelajaran klasikal dan konvensional namun belum efektif, karena rata-rata kemampuan PM dan KM belum mencapai nilai cukup. Tingkat efektivitas pembelajaran dalam kelompok kecil terhadap pembelajaran konvensional bila dilihat dari nilai Effect Size (ES) masing-masing 0,303 untuk pemahaman dan 0,509 untuk komunikasi matematik, termasuk kategori sedang. Secara individual sebanyak 42 siswa (13 %) tuntas belajar (x 6,5) dan 91 siswa (28,2 %) memperoleh nilai cukup (5 x < m =" 121,8)" m =" 122,6)" m =" 122,4)" m =" 131,73)" m =" 122,6)."> ttabel (2,07) pada p < df =" 21,"> ttabel (2,07) pada p < df =" 21,"> ttabel (2,07) pada p < 0,5 dalam df = 21, berarti ada perbedaan yang signifikan antara pascates MPMKMG dengan pascates MPMKMK dalam dimensi gaya dan ketepatan. Berdasarkan temuan penelitian disarankan 1) dalam usaha membantu memecahkan masalah menulis, MPMKMG2 hendaknya digunakan; 2) pihak-pihak yang terkait hendaknya memperkenalkan MPMKMG2 sebagai model alternatif dalam mengajarkan menulis kalimat; 3) penelitian ini masih terbatas dalam lingkup dan kedalaman hendaknya ada penelitian yang lebih lanjut dalam bidang ini.
________________________________________
Tita Meirina Djuwita
(Administrasi Pendidikan)

PENGARUH STRATEGI PENGEMBANGAN DOSEN PERGURUAN TINGGI DAN MOTIF BERPRESTASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJANYA
(Suatu Studi Pada Tenaga Edukatif di Lingkungan Kopertis Wilayah IV Jawa Barat)
Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui fenomena-fenomena dan gambaran berbagai aspek yang berkaitan dengan strategi dosen dan motif berprestasi, dan bertujuan untuk menjelaskan seberapa besar pengaruhnya terhadap produktivitas kerja dosen di Kopertis Wilayah IV strategi pengembangan dosen ditelaah melalui misi, tujuan, sasaran, nilai. Perencanaan dan analisis lingkungan, implementasi dan evaluasi, motif berprestasi ditelaah melalui dorongan dan aktivitas memperoleh hasil, antisipasi terhadap pencapaian, tujuan, kemampuan menanggulangi hambatan, respon terhadap hasil yang dicapai. Sedangkan produktivitas kerja dosen ditelaah bukan hanya sekedar memenuhi kualifikasi pekerjaan, tetapi juga bermotivasi tinggi, mempunyai orientasi pekerjaan yang positif, dewasa, dapat bergaul dengan efektif.
Metode penelitian yang digunakan adalah eksplanatory survey dan data penelitian ini diungkap dengan menggunakan kuesioner sebagai teknik utama dan dilengkapi dengan teknik interview, sedangkan untuk data sekunder ditelusuri melalui peraturan yang berlaku, laporan tahunan serta arsip dari dokumen lainnya. Responden penelitian adalah dosen kopertis wilayah IV yang diambil melalui sampel untuk mewakili populasi sebanyak 123 orang dosen dari berbagai perguruan tinggi swasta di lingkungan kopertis wilayah IV dan diambil secara Stratified Random Sampling yang dilakukan berdasarkan golongan pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan dosen dan motif berprestasi tergolong ke dalam kategori cukup tinggi. Hasil pengujian statistik persubvariabel dan strategi pengembangan dosen yaitu sasaran, implementasi dan evaluasi berpengaruh sebesar 50,9% terhadap produktivitas kerja. Sedangkan subvariabel dari motif berprestasi yaitu dorongan dan aktivitas mencapai hasil berpengaruh sebesar 54,5% terhadap produktivitas kerja. Adapun strategi pengembangan dosen secara total berpengaruh positif sebesar 24,96% terhadap produktivitas kerja, motif berprestasi berpengaruh positif sebesar 42,96% terhadap produktivitas kerja. Dengan demikian strategi pengembangan dosen dan motif berprestasi secara bersama berpengaruh positif terhadap produktivitas dosen kopertis wilayah IV, sebesar 67,92%.
Berdasarkan hasil temuan di atas dapat direkomendasikan bahwa Pimpinan perguruan tinggi swasta dan koordinator Kopertis Wilayah IV akan meningkatkan produktivitas kerja dosen dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat hendaknya memberikan peluang untuk melanjutkan pendidikan formal (S2, S3) dan pelatihan- pelatihan yang sesuai bidang keahliannya, meningkatkan kebutuhan motif berprestasi serta adanya pengembangan eksternal untuk melihat kebutuhan pembangunan masyarakat.
________________________________________
YOPINES ANSEN
(Administrasi Pendidikan)

PENGEMBANGAN SUMBER DAYA MANUSIA PT TELEKOMUNIKASI INDONESIA DALAM PENINGKATKAN KINERJA PERUSAHAAN MENGHADAPI ERA PERSAINGAN BEBAS
Studi Kasus Pengaruh Pengembangan Sumber Daya Manusia dalam Meningkatkan Kinerja Perusahaan di Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi Bandung
Permasalahan pokok di PT Telkom Kantor Daerah Pelayanan Telekomunikasi Bandung, dalam menghadapi persaingan masih rendahnya kinerja individu maupun perusahaan. Rendahnya kinerja disebabkan karena faktor lingkungan kerja, kepemimpinan, motivasi kerja, budaya perusahaan, kepuasan kerja, pengembangan pengetahuan, pengembangan ketrampilan, pengembangan sikap.
Untuk dapat meningkatkan kinerja, maka perlu dilakukan penelitian terhadap faktor di atas. Metode penelitian menggunakan "Desain Kausal", jumlah populasi 1295 karyawan, dan sampel 297 karyawan, tingkat kesalahan 5%. Teknik pengumpulan data, wawancara, kuesioner, observasi, dan studi kepustakaan. Sedangkan teknik analisis menggunakan Path Analysis dan Analisis Faktor. Adapun instrumen penelitian menggunakan Skala Linkert.
Kesimpulan : Pertama, perusahaan membuka diri terhadap perubahan, menyusun strategi dan kebijakan selaras dengan perubahan lingkungan bisnis. Kedua, pembinaan berbasis kompetensi karyawan akan mampu mengerjakan tugas dan pekerjaan sesuai standar kinerja. Ketiga, manajemen harus memberikan contoh keteladanan dalam sikap dan tindak. Keempat, perusahaan harus memperhatikan kebutuhan dan keinginan konsumen. Kelima, karyawan harus memiliki motivasi dan rasa memiliki. Keenam, perusahaan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap prestasi. Ketujuh, pimpinan memberikan pengarahan dalam mencapai tujuan organisasi. Kedelapan, lingkungan kerja yang baik berdampak pada pencapaian hasil yang optimal. Kesembilan, keterlibatan karyawan dalam pengambilan keputusan akan merasa memiliki. Kesepuluh, penyempurnaan mutu secara berkesinambungan. Kesebelas, pengaruh variabel Potensi Kerja, Harapan Kerja, Pengembangan Sikap, Kemampuan Kerja, Lingkungan Kerja terhadap Kinerja Individu 35,20%. Keduabelas, pengaruh variabel Potensi Kerja, Pengembangan Sikap, Kemampuan Kerja, Lingkungan Kerja, terhadap Kinerja Perusahaan 61,60%. Ketigabelas, pengaruh variabel Kinerja Individu terhadap Kinerja Perusahaan 32,79%.
Rekomendasi : Pertama disarankan untuk meningkatkan kemampuan karyawan yang tinggi perlu pengembangan SDM melalui pendidikan dan pelatihan berkelanjutan. Kedua, disarankan adanya komitmen dari pihak manajemen untuk keberhasilan pengembangan SDM. Ketiga, perusahaan harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan agar tidak pindah. Keempat, diperlukan diimplementasikan Total Quality Manajement dalam pengelolaan perusahaan. Kelima, harus memiliki sertifikat ISO Series 9000. Keenam, perlu diimplementasikan budaya perusahaan. Ketujuh, pendidikan dan pelatihan perlu dilakukan melalui pendekatan "rencana belajar strategik". Kedelapan, pengembangan SDM melalui pendekatan berbasis kompetensi. Kesembilan, melaksanakan program keselamatan dan kesehatan kerja. Kesepuluh, pertimbangan efisiensi dan efektivitas pendidikan dan pelatihan menggunakan pendidikan jarak jauh, multimedia dan modul.
________________________________________
Wan A. Hirawan
(Administrasi Pendidikan)

EFEKTIVITAS IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN KEPEMIMPINAN TINGKAT IV DALAM MENINGKATKAN KINERJA PEJABAT STRUKTURAL ESELON-4 DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KABUPATEN SUKABUMI
Implementasi kebijakan Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan Tingkat IV (Diklatpim IV) tidak terlepas kontekstualisasinya dengan kebijakan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Memasuki era otonomi, reformasi, dan globalisasi semakin diperlukan kompetensi aparatur yang tinggi agar mampu berkinerja tinggi dalam melaksanakan fungsi dan tugas pokoknya. Masalah efektivitas proses pembelajaran dan kinerja pejabat struktural eselon-4 merupakan isu-isu sentral yang berkembang secara aktual. Masalah penelitian ini adalah sejauhmana hubungan efektivitas proses pembelajaran dengan peningkatan kinerja pejabat struktural eselon-4. Tujuan penelitian adalah melakukan analisis terhadap variabel-variabel yang mempengaruhi efektivitas proses pembelajaran, dan tingkat hubungan antara proses pembelajaran dengan peningkatan kinerja pejabat struktural eselon-4 .
Landasan teoritik penelitian adalah teori-teori kebijakan, khususnya teori implementasi kebijakan yang dikemukakan William N. Dunn, sedangkan teori pembelajaran menggunakan konsep E. De Corte disamping teori-teori pembelajaran lainnya. Pengukuran kinerja didasarkan pada Surat Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 893.3/268/Sj yang dilengkapi oleh teori-teori kinerja yang lainnya.
Untuk mencapai tujuan penelitian digunakan pendekatan kuantitatif dengan menggunakan korelasional dan teknik analisis induktif yang dilengkapi analisis deskriptif. Metode statistik yang digunakan adalah statistik regresi, korelasi product moment, korelasi parsial, dan chi kuadrat. Pengumpulan data dilakukan dengan kombinasi penyebaran kuesioner, wawancara, observasi, dan studi kepustakaan.
Kajian induktif memperlihatkan bahwa efektivitas proses pembelajaran dipengaruhi oleh ketepatan bahan ajar, penggunaan metode, kemampuan pengajar, kesiapan peserta, dan kemampuan penyelenggara dengan persamaan regresi linier ganda Y1 = 0,197X2+ 0,461X3 + 0,201X4, serta koefisien korelasi Pearson r = 0,756 dan R2 = 0,572. Hubungan antara efektivitas proses pembelajaran dengan peningkatan kinerja dinyatakan dalam persamaan regresi Y2 =1,481 +0,591Y1 serta koefisien korelasi Pearson r = 0,731 dan R2 = 0,535. Anilisis secara deskriptif tingkat efektivitas proses pembelajaran 74,74 dan peningkatan kinerja 74,25 dari skor ideal yang diharapkan. Variabel input diklat baru berkontribusi 57,20 % terhadap efektivitas proses pembelajaran, dan efektivitas proses pembelajaran baru memberikan kontribusi 53,50% terhadap peningkatan kinerja. Persamaan regresi memperlihatkan bahwa setiap peningkatan per satuan efektivitas proses pembelajaran akan menyebabkan peningkatan kinerja sebesar 0,591. Untuk memperkuat hubungan-hubungan tersebut diusulkan penerapan Model Hipotetik Diklatpim IV Berorientasi Kinerja.
Secara umum dapat disimpulkan, bahwa implementasi kebijakan Diklatpim IV belum dapat dilaksanakan secara efektif, sehingga belum dapat memberikan pengaruh yang optimal terhadap peningkatan kinerja pejabat struktural eselon-4 . Perbaikan-perbaikan pada tahap inputs, process, outputs, dan outcomes perlu segera dilakukan pemerintah dengan mempertimbangkan penerapan Diklatpim IV berorientasi kinerja.
________________________________________

0 komentar:

Share it

Labels